Friday, 5 August 2011

CERITA TENTANG AYAH

apabila aku merasakan sangat merinduimu ayah
ku kenang peritnya kau menanggung tatkala sakitmu menyerang 
bergegar tubuhmu dengan derapan gigi yang mengerincing
bila epilapsi tidak pernah memberi maaf padamu
lalu ku paut tubuhmu dengan hati penuh sendu 
mengenang deritamu menahan sakit selama dua puluh empat tahun 
dan emak pun menjagamu dalam cinta kasihnya tak terlara
namun andai takdir lebih dahulu memisahkan mereka tanpa duga
tinggallah aku menanggung beban yang payah dalam keremajaan ku
segala kesakitan dan penderitanmu ku harungi jua
biarpun adakalanya kau membuat kerenah dalam tidak sedarmu
hingga membungkamkan seluruh ego dan perasaan ku diluar kawal
selama dua puluh satu tahun kau dalam jagaanku ,ayah
merawat luka hati dan mengenang segala untung nasibmu
setiap detik dan waktu kita tetap bersama tak terpisahkan
namun andai bicara Allah tidak pernah menjanjikan pertemuan
dan kau pun hilang dalam dinginnya dinihari yang sepi 
tatkala ku jengah mu dengan jantung yang berdegup kencang 
tubuh mu tak lagi  berombak dada dalam sunyi kelam
aku pun menjadi luluh dalam seribu persoalan
bila harus kehilangan mu dalam lena yang panjang 
segalanya menjadi api rindu yang menghangat
andai kasih sayangmu tak lagi dapat kau berikan buatku
tidurlah ayah dengan penuh ketenangan dialam barzah
biar ku iringimu dengan do'a ,sedekah dan Al Fatihah  
bila aku tak bisa mengantikan apa saja yang pernah kau berikan
maafkan aku bila harus memiliki segala kekurangan itu 


No comments:

Post a Comment