bila kita punya anak anak dari darah daging sendiri
dan anugerah itu kita dapatkan dari impian yang lama terpendam
kita merasakan begitu lengkapnya sebuah pernikahan
menjadi ibu,bapa dan sahabat pada zuriat sendiri
dan mendidik , membelai dengan penuh cinta kasih dan sayang
bila lukamu yang sedikit menjadi amat berat pada ibumu
dan semua kehendak mu cuba dipenuhi oleh abah tanpa ragu ragu
namun tahukah kamu dalam jerih perih kehidupan ini
tak pernah ibu abah merunggut bila terpaksa menahan hati
melihat bentak kalian yang tidak pernah mengerti erti tak punya
belajarlah mengawal emosi dan frustrasi
jadilah anak yang kuat ,tabah dan tidak cengeng
dan kau anak perempuanku biar tidak lemah dalam kesopananmu
belajarlah mencintai diri sendiri dan utuh dalam bijaksana
berdiri indah dalam kuntum bunga mu yang mekar berseri
jangan layukan ia di ulit putaran waktu
menjadi kembang yang megah dalam taman syurga pura pura
begitu juga kau anak lelaki ku satu satu nya
binalah kekuatan dan semangat diri dalam halus lembut hati
jangan sombong ,rakus dan bejat dengan sifat kejantananmu
jadikan lah pesanan ini azimat yang menuntun diri
agar bahagia dan masa depan mu menjadi cerah gemilang
biar iman dan takwa memimpin dirimu setiap saat
meskipun kamu anak anak yang sangat dekat dengan lentuk manjanya
adakalanya sukar dimengertikan jiwa dan kehendak kalian
raga dan jiwa mu sedang berkembang dalam takjub
dan simfoninya tak pernah kau alunkan didalam terang
bila segala mimpi dan kemahuan isi hati tak pernah kau luahkan
namun kami tetap punya impian dan harapan
jadilah anak anak berbudi ,penuh bakti dan cekal hatinya
jangan lah terlena dalam selimut kemungkaran
bila sekali kamu hilang arah dan melangkah kelorong kebinasaan
teramat payah untuk kembali dari kesesatan itu
No comments:
Post a Comment