Friday, 5 August 2011

KERISAUAN

ku tinggalkan jarum jam yang berdetak didinding
mengembalikan renungan pada diri yang sedang  hanyut 
menghentikan lamunan tanpa sedar yang mengasyikkan 
aku pun tersipu malu pada naluri ku sendiri 
kenapa ada risau yang mengigit jantung hati 
jika dada rasa hampa dengan gusar yang tak berpenghujung 
kemana lagi harus ku bawa sengsara ini 
bila tubuh menjadi kurus dan sakit pada realiti hidup
dan akupun dengan rela ingin meninggalkan semuanya 
bila lara itu pun tak mampu ku hindari jua
lalu terang mentari mengajak  aku melirik  kenyataan
membanting keringat pada luang yang terbuang 
aku pun merasa sangat gundah gulana
ku ingin lari dari megendung risau yang memberat 
bila hati tak mampu lagi menahan sedu sedannya 
biar berderai segunung beban yang menghimpit dada
akan ku kuat kan jati diri menempuh onak duri kehidupan 
semangat pun menjadi api yang  menjulang 
bilaku kenang masa depan yang samar berbayang 
aku pun menjadi rindu pada kewarasan berfikir
dan memutuskan untuk meneruskan perjalanan
kerna waktu yang mendatang masih perlu ku julang

No comments:

Post a Comment