ku tinggalkan jarum jam yang berdetak didinding
mengembalikan renungan pada diri yang sedang hanyut
menghentikan lamunan tanpa sedar yang mengasyikkan
aku pun tersipu malu pada naluri ku sendiri
kenapa ada risau yang mengigit jantung hati
jika dada rasa hampa dengan gusar yang tak berpenghujung
kemana lagi harus ku bawa sengsara ini
bila tubuh menjadi kurus dan sakit pada realiti hidup
dan akupun dengan rela ingin meninggalkan semuanya
bila lara itu pun tak mampu ku hindari jua
lalu terang mentari mengajak aku melirik kenyataan
membanting keringat pada luang yang terbuang
aku pun merasa sangat gundah gulana
ku ingin lari dari megendung risau yang memberat
bila hati tak mampu lagi menahan sedu sedannya
biar berderai segunung beban yang menghimpit dada
akan ku kuat kan jati diri menempuh onak duri kehidupan
semangat pun menjadi api yang menjulang
bilaku kenang masa depan yang samar berbayang
aku pun menjadi rindu pada kewarasan berfikir
dan memutuskan untuk meneruskan perjalanan
kerna waktu yang mendatang masih perlu ku julang
No comments:
Post a Comment