Friday, 5 August 2011

BILA KAU BERLALU

aku amat merasa kehilangan
andai tak dapat lagi bersuara
tak mampu lagi menyeru namamu 
jeritan yang payah tak lagi kedengaran 
menjadi bisu pada kata kata
kau pun tidak lagi berpaling
atau sengaja tak mendengar 
membiarkan lantun suaraku ke dinding
bila jejakmu berlalu meninggalkan aku
bayang pun tak mampu ku gapai
naluriku memekik tak lagi bergema
kau penjarakan aku dengan kelu lidah
jenuh ku pujuk hati yang hiba
ku biarkan jasad menjadi lebur
hancur dilimpah darah rindu
namun kasihku tak pernah padam
dan lelah pun mengajar aku untuk diam 

No comments:

Post a Comment