Friday, 5 August 2011

JIWA PENYAIR


mencari pengertian tentang tinta
bukanlah semudah membalikkan telapak tangan 
menguntai bahasa puisi berkias seribu makna
itulah dunia penyair yang sering kesepian
hanya jiwa yang bisa mengerti tentang ujud perasaan
dan alunan syair menjadi senandung berlagu 
penyair tak pernah menghukum sendiri 
menangkap isyarat dalam halus getaran sukma 
menjadi begitu perasa dan penuh emosi 
jangan lah disakiti  jiwanya 
takkan pernah diam dia bersuara 
kerna tentangannya sekadar didalam sajak 
melumatimu tanpa belas kasihan 
dan kau pun terlanjang dalam bait bait 
begitulah penyair dalan kebisuan raga
tak pernah gentar bila disakiti 
bicara dalam tulisan bila mulut enggan
dan kau pun takkan mampu menduga
andai jiwamu lemah dalam meneka
kau kan terbunuh dalam lengkung jemari tangannya
jangan lah kau sentuh gusar jiwanya
biarkan ia menari ditinta emas
takkan goyahnya kemahuan diri
andai dirantai di neraka dunia 
dia tetap merdeka memakimu dengan tinta

No comments:

Post a Comment