Tika ku lewati tebing batumu, Ban Pecah
kerdip keemasan sinar senjanya lembayung petang
dalam gelora lautnya bergelombang deras
di bawah derunya angin selatan
ku hayati sakitnya batu-batu di tebing
tatkala ombak bertalu -talu menghempas
dan gejolak khazanahnya tindih -menindih.
Demikianlah hatiku
menjadi cemburu padamu laut
bila kau bisa menerjang setiap tentangan
mengapa aku tidak bisa sepertimu
meledakkan semua beban di dalam dada
membusung nanah dengan luka yang parah
ingin ku hembur segala tangisan yang membeku
tatkala hatiku tak lagi mampu bertahan .
Bawalah aku pergi jauh
walau ke hujung dunia atau ke kaki langit-Mu
aku ingin tenggelamkan diri
bersama busa -busa kudus Mu
menghilangkan semua sengsara
dan aku pun lenyap dan menjadi fana
di bawah langit maghrib-Mu ku pasrahkan diri
agar beban tak lagi bersarang
dan aku pun hilang dari alam .
No comments:
Post a Comment