Sunday, 18 December 2011

MIMPI YANG RETAK


Andai mimpiku retak seribu di ujung jalan
kukutip serpihan cinta yang melukai hati
biar kuhumban semua lara di perigi memori
gemulai rindu kupatahkan rantingnya di ujung usia
tak ada lagi tunas kasih yang memekar seri
kuncup harapan biar layu tak berbunga.

Aku telah leraikan kelopak mimpi di ujung malam
bila harapan untuk berseri dilayu mentari siang
biar bekasnya tak lagi bersisa mengisi kenangan
tanduslah jiwa tanpa rasa yang menggetarkan'.

Pergilah kecamuk rindu yang pernah mengharu
bila terjaga dalam ilusi yang memualkan
tak ada lagi sesak gelora yang mendebarkan sukma
andai tatap matamu tak lagi menyapa igauanku
lenaku tak lagi diulit fantasi berlagu.

PESONA IMPIAN


Engkau
yang menjadi seri begitu indah dalam hatiku kini
begitu lembut dengan pesona wajah menyentuh kalbu
lirikan matamu menikam menyusup keseluruh saraf nadiku
ada cinta yang kembang mekar menyentap jatung hati.

Aku
sangat ingin untuk merealisasikan semua mimpi
membawamu mendiami di puncak mahligai idaman
kita bina bahagia sejati dengan mesra budi
ku rangkul dalam pelukan penuh cinta kasih
harapan ku lantunkan dengan hati bersih.

Datanglah dikau pujaan hatiku
memberi bisik rindu sayang dari getar sukmamu
kita gadahkan tangan memohon restu Illahi
kau dan aku bersanding dalam satu lafaz murni
moga ikatan cinta membawa kita damai sentosa
kita pun bersatu selamanya dalam bahgia.

SAYANG

Sayang...
andai dapat kau selami lubuk sukma ini
kau kau tahu betapa dalamnya rasa kasih ku padamu
telaga cinta dan jurang rindu begitu memusar segenap kalbu
namun bayangan dirimu entah di mana.

Sayang...
telah keringkan rasa rindumu di tasik hati
telah pudarkah warna pelangi di langit cinta
hilang sudahkah rasa sayang yang merajai jiwa
punah sudahkan istana kasih yang terbina dulu.

Sayang..
kiranya antara kita tak lagi bertemu sapa
simpanlah semua kenangan di sudut memori duka
biar ku bina tugu ingatan lambang kesetiaan
andai cintaku tak pernah terlerai di putar masa
relalah aku mernyimpan cinta kehujung nyawa.

GERHANA

Pentas itu begitu bingit
gemerlap neon berbalam-balam mengikut rentak irama
kaki menari meliuk lintuk khayal berpesta
lupa seketika resah gundah kepahitan semalam
gegarlah bumi di hentak ayunan gerak tari.

Ku dongak ke langit malam
tersipu malu bulan terlindung di balik gerhana
ada gerak sayu menyeru aku merenung awan
kelam berbalam menatap pilu telatah insan
asyik leka bersamba ria berdangdut sakan.

Akan punahkah maruah insan dibelengu syaitan
bila mabuk berdansa dengan lengguk tarian pondan
ada cuit dan lirikan berahi kala bertatapan
biar busuk mengelus peluh sesama jantan.

Sampai bila angin akan merubah
bila tiap kali keramaian pasti berulang lagi
telah hilang gema berzanji dan khatam al quran
bagai dulu waktu masih ketinggalan zaman
tapi waktu silam itulah yang memberi harapan
berkatnya perkahwinan sebagai adat yang dilupakan .

TERPISAH 11

Masih saja kau berdiri santun di tebing mata
saat senyummu luruh meluluh jantung hati
berkocak getar tasik rindu tak bertepi
ku pancing hasrat cinta di muara rasa.

Masih ada ngiang merdu suara bernada
menusuk kalbu resapkan kasih di lereng hati
andai dapat kupeluk sukmamu di alam nyata
kan ku pujuk segenap jiwa mencintai dia.

Namun nyatakah harap kasih menjadi satu
andai jarak kita makin menjauh dipisah takdir
lalu kita pun menjadi mungkir pada janji
andai kesetiaan tak lagi mampu terbela.

KELIBAT RINDU

Berbisik hati
merenung kembali cinta yang terbiar
mana dia kelibat rindu
telah hilang santun jiwa dikocak rasa
andai resah menanti kanda tak kunjung tiba.

Bingkisan rindu
ku titip di angin lalu
sempurnakan ingatan kasihku padamu
bila kekanda tiada di mata
hati terbungkam menjeruk luka yang lara.

Tertanyalah hati
masih berbekaskah kasihku di benak hatimu
andai kemaruk cinta tak lagi merajai hati
istana impian pun punah sudah
lalu kau dan aku tak lagi saling bersapa.

BERSAMAMU -TELUSURI RUANG DUKA

Detik terpampang di skrin kaca waktu kutonton tiap Isnin
ada nyilu yang menghiris tangkai hati
ku jelajahi tiap resah dan gelisah empunya cerita
ada duka tak terbendung ditetes airmata lara
begitu rawan hibanya tak terlindung lagi
jerih perit menongkah hidup tak mengharap simpati
namun masih ada mata yang memandang
punya hati dan mulia peribadi
menitip prihatin dalam uluran semangat dan berkat nya pendapatan
ada harta ingin dikongsi
ada bantuan meringankan beban.

Masih ku ingat satu ketika
saat enak suapan pada lengkapnya hidangan
siput babi dipanggang tersiar di layar kaca
menu makanan untuk dijamah penuh selera
tatapan mata anak-anak kecil bagai merangsang nikmat
luka hati kutatap
nasib hibanya kuratap
sampai kini sampai bila pun dan selama-lamanya
kisah itu jadi igauan yang menghantui
begitu nasib manusia yang tak pernah terduga
saat negara sedang terungkai dari cengkaman penjajah
masih harus begitukah nasib
salah siapakah ini
yang punya diri tak ingin berusaha
atau tetap tak mampu meraih segala
andai berjuta keringat menitik di bumi
hidup tetap sengsara tak pernah bertitik.

Begitulah suratan takdir
bila segalanya tak pernah terpinggir
ada hati yang ingin merawat
ada ihsan dari penjawat
tak hilang harta dari uluran sedikit laba
andai janji Tuhan mengantikan lebih pahala.

HIJRAH

Lupakan saja semua keresahan mimpi
mari kita berhijrah dalam menafsir diri
sorak keliru pada pujuk rayu kenangan
kita buang jauh -jauh di dasar ilusi
tak usah di ingati pada pergelutan jiwa
hanya menambah celaru duka.

Mari kita berhijrah bersama
menyingkir segala gelora yang tak bererti
kepastian tak pernah membetulkan bicara
andai hanya menambah beban dan sengsara
biarkan saja di.ucap salam perpisahan
bila kehilangan tak menjanjikan rawan hiba
kita pun hidup dalam realiti yang pasti.

ENTAH

Pernahkah kau benar-benar tak kisah
atau sengaja pura-pura tak hirau
bila di hatimu tak pernah ada benci
cuma berserabut dengan sejuta sangsi.

Bila dia membisu seribu kata
kau pun enggan membuka bicara
memandang pun tak lagi menoleh
namun sukmamu lelah merintih.

Bila dia tak lagi pernah menyapa
kau pun menjeruk segenap rasa
dalam pasrah jiwamu cukup terseksa
titipkan salam tanda kasihmu tetap mesra.

ANDAI

Andai tiada bahagia di situ
mengapa mesti diburu sang waktu
bila kerikil tajam siap menunggu .

Andai telah dikenal pasti
baik sekarang engkau berhenti
dari engkau terus menanti.

Andai segalanya membawa lara
usah dikejar pelangi jingga
sedang nyata mendung menjelma

TIADA LAGI

Aku ingin pugar semua mimpi indah semalam
kutebas segala belukar duka yang menyemak hati
duri dan onak tak kubiar lagi membelit harapan
telaga fikiran kujernihkan semula mindanya
biar tak berserabut rindu di awang-awang
angan-angan pun tak lagi berserawang melangkau bayang.

Kujernihkan semula pandangan hati
tak ingin berpaling menatapmu lagi
bila janji setia kau sendiri durhakai
aku pun melerai kasih dengan hati yang tersisih.

Pergilah intan pergilah sayang
hasrat hati jangan tergalang
andai dirimu lepas bebas tak terjangkau
janganlah kau terlena dalam bujuk rayu dan alpa
kala gemulai cinta itu sentiasa mengamit noda
bila mentari tak sentiasa menyinari
andaikan juga hujan rintik di tengah hari.

KALA BINTANG MENGERDIP

Segalanya mungkin 
menjadi titik kelabu di tirai hati
alam menjadi saksi
pada bisu kata suara
tak ada lagi bisikan mesra
menyapa resah yang bertandang.

Langit malam berkerdip bintang
namun jiwaku begitu suram
mengenang resah rindu
menjadi sepi yang mengharu
tak ada lagi kemaruk kasih
bila kau telah putuskan cinta.

HASRAT TERBELENGU

HASRAT TERBELENGU

Aku menjadi terkeliru
dalam benak memusar gundah
antara merindu diusap ragu
menjadi tandatanya yang tertinggal .

Aku menjadi resah
kala menatap coretan hati
mengungkap bicara rahsia
menduga hasrat yang terbelengu.

Entah
bila cinta perlu berani
perlukah bibir terungkap
pada teka-teki di bait puisi
meluahkan apa yang kurasa
lalu mimpi pun menjadi realiti
atau sekadar berilusi
pada rindu cinta yang tak pasti.

Tuesday, 13 December 2011

PULANGLAH PULANG

Kita pun menimba rindu
dari telaga kasih yang syahdu
menyiram roh dan jasad
menyatu dalam hasrat
kasih pun meresap di ranting usia
sayang pun berputik di pohon cinta.

Ada rasa yang membara
menyala api membakar jiwa
ada sendu di bibir mata
ada taman di tebing hati
seraut wajah ingin kutatap
tak lagi rindu mengharap
lalu kau dakap erat sukmaku
bila kusentuh jiwa ragamu.

Rindu pun menapak diriba hati
wangian kasih mengharum kini
bila cinta sejati menyerlah rupa
lalu bahagia pun milik kita.

NAFAS RINDU

Kita pun menimba rindu
dari telaga kasih yang syahdu
menyiram roh dan jasad
menyatu dalam hasrat
kasih pun meresap di ranting usia
sayang pun berputik di pohon cinta.

Ada rasa yang membara
menyala api membakar jiwa
ada sendu di bibir mata
ada taman di tebing hati
seraut wajah ingin kutatap
tak lagi rindu mengharap
lalu kau dakap erat sukmaku
bila kusentuh jiwa ragamu.

Rindu pun menapak diriba hati
wangian kasih mengharum kini
bila cinta sejati menyerlah rupa
lalu bahagia pun milik kita.

MENGIRAI LARA

Bila saja hidup ini bertunjang paksi
putaran masa mengulung segala
titp kenangan di wajah silam
rindu terpukat di jala dendam
ada haru yang terjaring rasa
ada hiba yang terjerat sukma.

Jasad bagai terawang dikayangan
cinta bagai hilang di pandangan
gelora hasrat merusuh segala
naluri hiba tak mampu bercerita
ada kisah yang di celaru mimpi
melara jiwa membawa mati.

HILANG RAGA


Bila dunia telah kehilangan cinta
kasih sayang juga terkubur di lereng usia
rindu kasih menjadi suram yang membekam
kemelut lara terbungkam lorong dendam
ada hasrat yang masih tertinggal
ada dendam yang masih terejam.

Tak ada lagi nilai kemanusiaan
bila jernih hati tak mengisi piala jiwa
kita pun hilang dalam diri
menjadi jasad yang terkubur mati
tanpa hati ,rasa dan raga
tanpa budi ,cita dan cinta
terlekalah dalam dunia kita sendiri
sampai saatnya kita pun harus berangkat
pergi dengan jiwa yang kosong
tanpa apa -apa tanpa siapa -siapa.

RINDUMU

Masa yang berlalu
membawa rindu yang bercelaru
meniti detik kehilangan cinta
memusar haru gelora jiwa

Apa lagi yang tinggal
kalau saja rindumu tak terungkai
simpulan harap mengikat kalbu
denda cemburu merasuk sukma
kau pun terlena
diulit hiba yang berkelana .

TANPA RASA

Kita sering tak pernah dapat menentukan pilihan sendiri
bila ketentuan nasib tertulis tetap pada suratannya azali
bila dia yang ada hanya terdiri sebagai tungak
ragamu terpelihara begitu indah dan anggun tak pernah dijebak
andai luhur hatinya mencurahkan cinta tanpa harap
begitu untung nasibmu dilonjak darjat yang bertahap
bila cinta mewarna hidupmu dengan redha dan tolak ansur
demi kasihnya yang iklas tak pernah ada sudut tepinya
pada ruang hatimu yang kosong tak berisi .

Dia pun merelakan andai kau punya pilihan dari yang lain
namun ada titis air mata yang tertinggal di relung hati
ada luka yang termateri dalam gulana dan sepi
begitulah rawan hati seorang yang bernama lelaki
siapa pernah tahu keluh kesah dan gundah jiwanya
bila merpati putih ingin terbang dari genggaman
menanti jiwanya lara di sibak masa depan
keharuan terbenam di pusar lara yang tertahan
andai ada belas dan sedikit rasa cinta dari ruang hatimu
renungilah pada titik korban dan hancur jiwanya menahan pilu
bila egonya tak pernah tinggi dan begitu mulia berbudi.

CINTA YANG HADIR


Tak pernah terduga
bila akan jatuh cinta 
andai gelora membuka dada 
lekalah insan memendam rasa
menjadi rindu meruntun kalbu.

Sering kali tak terjangka
cinta hadir kali kedua
tanpa meminta -minta
hadir bagaikan air mengalir
nyaman dingin bak angin mendesir.

Dapatkah diri melawan takdir
biar berlari kehulu kehilir
andai kudrat menghambat rasa
iradat pun berkata -kata
bila kembangnya bagaikan bunga