Friday, 5 August 2011

SEMARAK MIMPI

tatkala ku dengar bisik dedaun dilirih angin 
petir mengecup mendung kelabu dikaki langit
hati pun menjadi suram lalu mengundang ghiarah rindu
menyulam dendam asmara yang tak pernah sudah
lalu ku biarkan hujan menyiram debu debu masa lalu 
dan ku pekik cinta yang hilang diujung dunia
bila aku tak dapat meraih bintang dilangit 
ku biarkan diri menjadi pohonan rendang 
memberi teduh dengan penuh wangian cinta 
mengusir kegalauan yang sering menghimpit lara
hadirlah menyemarakkan mimpi mimpi indah buatku
biar terjaga ku memberi hidup pada jiwa yang mati
dan aku juga tidak lagi menghitung harap 
bila bukan dia yang hadir melukis pelangi

No comments:

Post a Comment