yang memahami aku hanya sebuah lagu
Bila Cinta tiap kali beralun sayu
menumpahkan segenap rasa haru ku
dan aku pun tak mampu bertahan
resah pun makin membusung didalam dada
biarkan ku menjerit semau hati
ku tumpahkan segenap duka lara
dan air mata sengsara tak ku simpan lagi
menghancurkan segenap ragaku
jika jiwa bisa memilih dan menjernihkan suasana
kan ku bina semangat diri
menghumbankan kegalauan yang menghimpit
dan imaginasi tak memburuku lagi
namun tiada daya ku menghimbau semua
dan sakitnya semakin menikam
jiwaku terlalu gundah gulana
hatiku telah beku dan sukar dimengerti
dan detak jantung seakan terhenti
No comments:
Post a Comment