disubuh dingin tatkala embun menitis jernih
bila selimut masih rindu memeluk hangatnya tubuh
lelapan mata tetap jaga meski kelopaknya pejam
begitu sukarnya melolos diri dari cengkaman mimpi
namun azan berkumandang tetap saja mengundang
ku bawa diri dengan wuduk ke sejadah terbentang
lalu sujud penuh cumbu dikaki subuhmu Illahi
menadah tangan memohon belas dan juga simpati
ku alunkan Al Waqiah dan Zikir Qauli berulang kali
memberi hidup pada jiwaku yang hampir mati
dengan sabar dalam tawadduk dan istiqamah
jiwaku tenang tiada lagi keluh kesah
bila sabar memberi ku ketenangan jiwa
hati pun menuntun pergerakan dalam iman dan takwa
ku hindar diri dari bujukan syaitan dan iblis
dosa dan maksiat dibenteng dari pantulan cahaya qalbu
malaikat memimpin aku menuju kebaikan yang jitu
aku pun menjadi rindu untuk sering mendekatiMu
No comments:
Post a Comment