Thursday, 11 August 2011

MUNAJAT CINTA

aku menjadi semakin tidak mengerti tentang hidup ini
bilamana telah menemukan berbagai pergolakan batin
yang nampak terang menjadi semakin suram
lalu yang kelam menjadi begitu bersinar cahayanya
entah apalah sebenarnya semua ini bagi diriku
semakin menjadi tak mengerti bila harus mengalami
bila keresahan semakin menguntum senyum mesranya
namun dalam tertawa canda aku sering menangis lara
duhai hati yang sering berpecah belah
kau kutiplah serpihan luka dalam tiap keluh kesah
cantumkan remuk redamnya dalam kuntum kebahagiaan
berilah jiwa yang hidup pada jasadku yang kosong
dan aku pun tak akan merayu lagi
pada sebuah kesempurnaan yang penuh misteri
sudah berkali hidup seakan mengejar mimpi
namun tafakur tetap saja menguasai diri
sudah berkali pengalaman telah memberi pesan
hidup ini hanyalah sandiwara semusim
duhai Tuhan peluklah aku dengan mesra dan rahmatMu
jadikan aku insan yang sentiasa bersujud syukur
lalu aku pun menjadi rindu pada jejak kasihMu
dalam siraman do'a dan munajat cinta
kita pun sering bersapa dipertemuan hamparan sejadah

IMAGINASI

untuk sekian kalinya
biarlah ku bicarakan tentang cinta
yang telah terbakar hangus
bila api dendam marak menyala
biar nyalanya tak surut
lalu ranap rentung jiwa
kelak  keujudan aku tak pernah kau rasa
biar ku bicarakan tentang mimpi
bukankah itu satu imaginasi
yang menerawang menjadi ilusi
begitu besar kehendak hati
yang tak mungkin menjadi realiti
maka bersihkanlah hati nurani
dengan tulus kasihnya Illahi
bangunkanlah jiwaku dgn kudratMu
jangan matikan niat suciku
terimalah aku menjadi kekasihMu
biar ku lupakan janji takdir
dan aku pun tak akan lagi mungkir
pada seruan menuju kebenaran
andai tersergam rumah indah
menanti kepulangan ku yang abadi

TAK SEHALUAN

TAK SEHALUAN

engkau
tak perlu berbicara
tak perlu mengungkap kata
pergilah walau kemana
bila itu membawa bahagia
antara kita tak perlu sengketa
mengapa perlu ada dusta
andai membuat diri mu kecewa
singkirkan semuanya
aku
tak harus cemburu
biarkan ianya berlalu
andai itu yang kau mahu
ku ikut segala katamu
tak akan lagi memburu
ku himbau segala keliru
membuang rasa yang tak menentu
dan kita pun tak lagi bersatu
kita
bila tiba dipersimpangan
tidak lagi sehaluan
masing masing punya tujuan
dan kita pun merelakan
biar selamat dihujung jalan
tidak hilang amal dan iman
lalu ku simpan dalam kenangan
bila engkau tak mampu ku lupakan


Wednesday, 10 August 2011

MEMORI LUKA


mungkinkah
bila acap kali menunjukkan sikap
kau seperti menyatakan sesuatu
tanpa perlu berbicara
dan aku harus merelakan
meskipun dalam terpaksa
engkau
tak perlu banyak tingkah
pendirianmu tak perlu goyah
singkirkan saja kerikil tajam
bila saja ia menikam
aku
tak perlu memendam rasa
tak lagi menambah dosa
bila resah tak mampu ku pinggir
ku terima ketentuan Takdir
bila kita
tak lagi bisa bercanda
kita pun tutup bicara
biar terlerai segala dendam
dan aku pun akan diam
maafkan aku
bila tak mampu lagi ketawa
dirimu ku buat kecewa
andai ini kudrat iradatNya
biar ku simpan memori luka

PUISI CINTA BUAT SUAMIKU



salam kasih buat suamiku nan tercinta
meskipun aku sering tidak mengikuti setiap kehendakmu
namun percayalah engkaulah selalu menjadi raja
disetiap gerak langkah dan fikiranku selalu ada kamu
aku sangat menyanjungimu suamiku
tatkala kaki melangkah sering saja aku kan kembali berpaling
agar aku tidak sesat dari pandangan matamu
aku tak ingin kehilangan jejakmu biar sedetik cuma
kerna hanya engkaulah yang sangat tahu dimana keberadaanku
dan sangat menerima kelemahan dan kekurangan ku
saban detik berlalu segala salah dan khilafku
takkan pernah kau panjangkan selain dari maaf dan penuh redha .
takkan mungkin ku berpaling dari naungan cintamu yang abadi ..

Monday, 8 August 2011

DOAKU DI ANGIN LALU

Duhai angin yang berpuput lembut 
sampaikan salamku buat dia yang telah pergi
kau pujuklah hatinya untuk tetap kembali
bisikkan padanya hatiku sedang merindu
ucapkan padanya rawan hatiku sedang berlagu
tanyakan padanya tentang cinta 
bukankah kita pernah berjanji untuk tetap setia 
menjadi  irama dan lagu dalam nyanyian kalbu
dan kita pun menelusuri tebing hati penuh sendu
bila  keserasian dan kasih setia mula merapuh
kau pun menapak pergi terlalu jauh
tinggallah aku sendiri mengejar mimpi
tak ku harap lagi kasih dan simpati.

Bila harus kehilangan cinta 
rindu pun tak lagi dapat berbicara
resah pun berlalu menyongsong hari 
aku masih tetap menyendiri
bila segalanya menjadi kenangan
dia tetap tidak dapat kulupakan
demi kasih sayangku yang teguh  abadi 
kupohon restui dirimu dari Illahi.



LAMUNAN

aku tidak berdaya menghimbau semua kenangan tentangmu
dalam sepi hadirmu berlegar mengisi ruang waktu
lalu bicara rindu pun melantun kesegenap ruang ingatan
tika lamunan berbertaut antara sedar dengan tidak 
aku dihimpit derita dan airmata lara 
biarpun hati tak ingin merintih  
kesedihan yang nyata mengoyak luka nan pedih
bila bayanganmu sering memburu di kamar hatiku
kita pun seakan tak mungkin terpisahkan 
meskipun aku tetap merasa semakin jauh dari mu 
berada jauh tapi dekat mendekap jantung hati
dan dekatnya tetap jauh berkelana gundah
dan aku pun akan berusaha menjadi sebaik insan 
yang tak pernah punya apa apa rasa dendam dan sakit hati
lalu  pengalaman mengajarku  erti kedewasaan
menjadi matang menilai erti kehidupan
biar ku lukis pelangi dimemori luka
dan duka pun ku campakkan kesudut pengabdian
demi meraih kebahagiaan yang mempersonakan 
dibawah redha Illahi dengan kasihNya yang Hakiki ..

DUHAI HATI

jangan pernah berkata cinta jika hati mu tak suka 
jangan pernah berkata sayang jika hati mu melayang
jangan pernah berkata rindu bila hatimu dah jemu
kerna cinta kasih dan sayang mainan perasaan cuma 
jangan pernah merasa kasih jiika hatimu tak bersih 
jangan pernah merasa cemburu kalau hatimu keliru 
jangan pernah merasa mulia bila dihatimu penuh dusta 
kerna cemburu, tipu dan hina itulah pembawa lara 
bukankah hidup ini untuk bahagia , setia dan perasa 
mengapa harus berduka ,sengsara dan derita 
hapuskan air mata lara mu duhai hati 
jadilah insan yang murni peribadi dan pekerti
agar hidup ini menjadi penuh erti dan berbudi

MENDUGA LAUTAN


Hidup ini bukan sekadar mengejar mimpi
penuh soal di benak para nelayan memutar fikiran 
melabuh pukat menduga lautan bak pengemis simpati
belum tentu rezeki hari ini dan esuk dapat dikecapi 
impian anak anak masih jauh kedepan menghitung hari
isteri di rumah setianya menanti penuh harap 
keringat berderai legam kulitnya dibakar terik mentari 
namun semangat dan jati dirinya tak pernah pudar .
Menyongsonlah semilir angin
 berdebur ombak membelah badai 
angin selatan pun memberi pesan
jangan berharap pada rezeki hari ini dan esuk yang tak pasti 
kerna ia tak menjanjikan apa apa 
kerna hidup ini juga adalah teka teki 
dari sebuah perjalanan yang panjang .

PRINSIP



jika kau harus membenci aku
aku terima segala itu
untuk menyapa ku juga tak usah
maka itu juga aku tak kisah
pabila berada dalam lingkungan dunia
kita takkan mampu memuaskan hati semua
bila pendirian kita tak selari
kita pun makin menyendiri
aku sudah penat menanggung beban
biarpun harapan tak pernah kesampaian
menjadi letih dalam pasrah
aku pun tak rela menyerah
pergilah kemana yang kau ingin
aku pun tak sudi lagi berpaling
bila hidup punya prinsip dan jati diri
kita jadilah sebagai diri sendiri
kau dan aku tetap berbeza
permikiran kita tetap tak serupa
bila haluan tak menjadi mudah
maka biarlah kita berpisah
lalu kita hidup berperibadi
agar tidak saling sakit menyakiti

BIARKAN KU BERSAJAK BERPUISI


jika hanya selamanya aku harus larut dalam kesedihan 
setiap saat setiap detik peritnya menghiris pedih 
aku pun menjadi terasing bersama gundah 
dan kesakitan ini semakin mencengkam benak hati 
bila kesendirian itu menjadi beban dipundak 
engkau pula semakin tak memahami 
dan secara paksa menghentikan semua cara caraku 
bukankah puisi itu tempat ungkapan hati 
luahan rindu ,cinta ,dendam dan sakit hati 
biarkan saja aku mengelamun sendiri 
kiranya itu menjadi satu luapan rasa 
yang tak bisa ku bendung dalam diam 
mengapa tidak mau mengerti suamiku 
dan  juga kamu anak anak  
berilah aku  ruang mencari diri 
dan aku pun tidak akan mengkhianatimu 
hanya demi kepuasan hati
izinkan aku dalam paksamu 
mengungkapkan apa yang kurasa 
dalam kesendirian dan tangisanku
biarkan lah aku bersajak berpuisi
agar beban dinurani tidak menjadi api


Sunday, 7 August 2011

KEHILANGAN

ku tak mampu menahan tangis hiba ku...
luka yang dalam semakin merobek jantung hati
salah apalah kiranya umi lakukan buatmu
hingga kau berlalu pergi tanpa pamitan lagi
duhai anak , duhai sayang , duhai permata
ketahuilah betapa besarnya cinta kasih sayangku
hadirmu memberi seribu erti dan janji
membimbing umi dan abah yang tidak pernah mengerti
mendalami jalan hakekat yang nyata kini makin bernoktah
dan kau semakin jauh dan jauh
biarpun bayang bayangmu ada namun kau tetap tiada
dimana kasih dimana sayang dimana adanya engkau
bila rindu ini semakin parah menjeruk perasaan
hanya berteleku aku dalam diam dan airmata pilu
memohon kasih dan redhanya Allah buat merestui perjalanan hidupmu
dan tinggallah kami dengan kedaifan ini
menyongsong hari hari yang gelap kelabu bersama mimpi mimpi yang tak pasti 

KARAM


arah mana lagi harus ku tuju 
lautan mana harus kuselami
andainya perahuku karam dihempas badai
dan aku harus terkapai kapai 
tenggelam timbul antara ada dengan tiada 
dan akhirnya 
aku mungkin tidak akan menjadi aku lagi 

MENCARI JALAN PULANG

Bila pelita itu padam
takkan ada lagi cahaya serinya 
hanya gelap pekat menyelubungi pandangan
dan engkau entah di mana.

Aku harus mencari  arah
biar tersandung onak dan  duri belukar
dalam kegalauan
langkah harus diteruskan
mencari jalan pulang.
biarpun engkau  tiada di sisi ku lagi.


PUISI PERTAMA DITULIS
26HB JUN 2011

TERIMA KASIH,TUHAN


Terima kasih , Tuhan
atas anugerah cinta kasihMu
lantera itu kau hidupkan kembali nyalanya
memberi sinar menerangi tiap langkahku 
lalu cahayanya membangkitkan semangat hidup
bersamanya kutelusuri perjalanan pulang 
biar lelah jasad lemah terkulai.


Kepayahan pun semakin usai
bila hatiku tak ragu lagi 
kala menyongsong semilir angin 
dan semangat diri mencair dalam beku dingin
aku pun menjadi rindu pada kata pesan
hidup ini bukan sekadar angan- angan 
kita usir kenangan usang yang membelit
membuang segala getir yang pahit
mengorak langkah dengan teguh hati 
dan aku tak lagi larut dalam mimpi.

Andai kita pun tidak lagi merasa kehilangan 
menjadi belitan yang kukuh dalam satu ikatan 
lalu beban kita buang jauh -jauh
kerna perjalanan masih terlalu panjang
dan langkah pun makin melelahkan.





KAU DATANG BAWA CAHAYA

kini aku masih boleh terus tertawa 
setelah berhari hari tak mampu tersenyum 
jiwa yang sengsara kini kembali bercahaya 
dan kau yang datang sebagai penyeri kegelapan 
membawa seribu rahmat dalam penghidupan
lenyapkan segenap rindu dan dendam
semangat hidup tak lagi terpadam
dan aku pun tak lagi merasa gundah
hidup pun menjadi terlalu indah.
bila ku bangun dari tidur yang panjang 
mimpi tidak lagi mengundang walang
tak lagi ku biar resah bercerita 
menghitung duka membilang derita
tidak lagi seksa bergelumang
hidup pun sempurna berkasih sayang
pintu hati pun tak lagi tertutup
andai  Rabbul Alamin  datang meredup
lalu  aku berhak merasa bahagia 
bila dirantai iman dan takwa 


BILA SEPI ITU INDAH

aku seperti yang pernah kau tahu
takkan pernah merasa gusar 
bila sering ditinggal sendiri sendiri
kerna waktu kesendirian itu 
adalah nikmat terindah bagiku 
dan bila bahagia tak kan pernah bertandang
kau pun ku palingkan dari ingatan 
maka sepi itu pun bersenandung pilu
bersama gema suara suara bisu 
dan  mengertilah aku 
bahawa hidup ini hanya untuk diri sendiri.. 
mengapa harus sengsara
sedangkan alam masih luas terbentang 
dan aku masih bisa mengorak langkah 
sebagai insan kerdil yang tak punya apa apa
bukankah  berhak untuk  mencari bahagia 
dan sengsara itu biarlah kusimpan jauh jauh 
menjadi kenangan silam yang tak kan mungkin terulang ..

DI KEJAUHAN ITU

dalam kelam suasana remang petang 
berderu angin membelai susuk tubuh yang keresahan 
ombak bergulung dan angin dipantai 
menyaksikan betapa aku gagal dalam pertarungan 
merenung jauh bahtera mudikmu ke hulu
tiang layarnya tumbang satu persatu 
angin semilir membisik  kata selamat tinggalnya 
apakah masih ada lagi hari esuk
bila canda , gurau tangis tawa menjadi mimpi 
sedang dia disisi ku tak ada lagi 
dalam gelombang samudera tak terlihat lambaiannya 
di kejauhan itu kau pun hilang dari pandangan
dan tinggallah aku bersama debu debu  mimpi
dan hari esuk yang tak pernah  pasti ...

PERSIMPANGAN

hari ini untuk sekian kalinya tak ku dengar lagi seru sapanya 
telah hilangkah aku dari ingatanmu 
bila rindu dan kasih tak ada lagi dihati
aku pun menjadi mimpi ngeri
yang ingin kau usir jauh  dari lenamu yang  panjang
biarlah kuseret langkah kaki ini 
menelusuri persimpangan yang berbeza 
agar langkah kakiku tak menjadi hambatan bagimu 
dan kau pun pun berlalu dengan tenang 
tanpa bayang bayang ku yang menghantui

MENGEMIS CINTA

berikan aku cinta andai itu aku tak punya 
hulurkan aku kasih bila jiwa ku merintih 
ku juga insan biasa , merindu dan merasa 
namun ku tak berdaya membawa hati lara 
biarkan ku sendiri mengelamun dalam mimpi 
menjadi pengemis yang menagih kasih 
sedang cintamu penuh takkan tersisa 
takkan kau beri meskipun ku pinta 
piala hatiku kosong tak tertampung
jiwaku menangis gersang dan tandus 
sakit nya rindu menusuk kalbu 
mengubat luka menganyam duka
dan aku pun berdendang senandung semalam
rindu pun berlagu dalam kesendirianku ...