Monday, 5 March 2012

MATA HATI

Hari ini ingin kulakar sejarah hati
menjadi lupa pada semua teka teki
bangun dari igauan silam yang membelenggu
bila terpamir duka di sendu wajah
pahit yang meranting rangkai
biarkan saja patah terkulai.

Aku ingin di tahun yang sedang bermula
menjadi teguh yakin pada resah rasa
dibakar semangat waja yang menyala
kuatlah jiwa mengikis rawan
semangat diri menjadi tawanan.

Untuk apa mengenang jauh
pada susur galur bersimpang siur
membutakan mata hati
mengigit dalam sepi
celikkan daku memandang dunia
agar aku tak lagi hilang diri
terfana dihanyut badai semalam .

BERHATI MULIA

Rezeki dicari sesuap nasi,
Untuk santapan anak dan isteri,
Sedikit sebanyak sama dikongsi,
Nikmat diberi sentiasa disyukuri.

Jangan terlalu berhidung tinggi,
Sering menyanjung diri sendiri,
Diri terasing orang pun benci ,
Bagaikan pintu kehilangan kunci.

Berbuat baik berpada-pada,
Berhati mulia teguh wibawa,
Nama tersohor di persada,
Indah bangsa harum nega

JASA BAKTI

Kasih tersemat negara selamat 
setiap detik sentiasa beringat
berjuang gigih hapuskan pengkhianat 
demi negara raja berdaulat.

Meredah jauh hutan belantara
membenteras segala pengenayah negara
begitu gigih semangat perwira 
pertiwi juga berganding tenaga.

Saat terkorban tak dapat diduga
nama terpahat di tugu negara
jasa pengorbanan tak pernah dilupa
itulah bukti kesetiaan negara.

Sunday, 4 March 2012

BUTA HATI

Hari ini aku rasa ingin menangis
bila mengenangkan ketelanjuranku
begitu alpa dalam mentertawakan orang
melihat lucuan insan dengan buta hati
dekahan yang bingit.

Tapi aku lupa
antara sedar dengan tidak
aku sedang mentertawakan diri sendiri
melihat kebodohanku
menjadi dungu
mengait sakit yang membelenggu
pada jiwa yang beku
dari rohani yang tandus.

SRI MAWAR
Kuala Kurau
Perak
4 Mac 2012

HIDUP BERSATU

hina besi kerana karat 
hina manusia hidup melarat
mengilek ringan memikul berat
biar menanggung sama sepakat

tolong menolong amalan mulia
hidup bersatu mengembleng tenaga
bersatu padu menjunjung setia 
memegang teguh rukun negara

seni warisan indah bistari
berbagai ragam budaya negeri
kita hidup bersatu hati
aman makmur bahagia sejati.

SUKMA MENYAPA

Biar kita berkirim pesan 
pada bayu titipan salam
andai jiwa sedang berjauhan
hati kita tetap bersatu
membibit pesona rindu
cinta untuk selamanya.

Sukma pun menyapa
takkan goyah digegar ragu
celaru mimpi saling bertingkah
antara rindu dendam dan sejuta sayang
damailah nurani
bila kasihmu tetap mengi
si.

Che Fauziah Idris
Kuala Kurau
Perak
4 Mac 2012

KASIH MEWANGI

Engkau 
yang menjadi nadi rasa 
membelenggu jiwa
menitip sejuta hasrat
memberi ghiarah hidup
ilusi menari
sepi pun tiada lagi .

Di tiap pandang
relung hati menyapa mesra
menguntum kasih wangian syurga
kasih pun bersemi
antara pinta dan harap
bahagia kita pun tergilap.

Che Fauziah Idris
Kuala Kurau
Perak
4 Mac 2012

AKU TAHU


Aku sentiasa tahu
apa ada dalam dadamu
serpihan duka dibelenggu rindu
pada sebuah janji takdir
menitip salam perpisahan
pada sebuah kehilangan
yang tak lagi kau temui
andai tersurat di Azali.

JANGAN PERNAH MENGALAH

Tak tertunas sukma dendam
tak tertinta bibir berkalam
andai azali menyurat janji 
sukar mentafsir gelora hati

Jangan pernah mengalah 
pada teriakan bergema
pantulannya menepis harap
pada sebuah realiti janji
bila hidup ini telah terisi.

Sunday, 26 February 2012

KUSISIH SEGALA RINDU

Setiaku di puncak gunung 
tinggi mengawan tak tergapai
tak mampu dipesong waktu 
tak lerai di sergah rayu 
pada lirikan pesona impian
pada jabat kasih yang mengharu'

Usah lagi kau bertanya 
setiaku bertitik noktah
pada bungkalan dipintu kalbu
terbeku menyimpan sendu
lalu ku sisih segala rikndu
kerna aku tak lagi mengharap.

DISANGGAH RINDU

Dia begitu teguh menggengam janji
tak pernah goyah pintu sukma 
biar diterjang badai gelora 
jiwanya kental memasung setia .

Takkan mungkir 
andai tercabar degup kasih
cinta menyanggah tetap tersisih
tak terkesima
bila rindunya di puncak duka.

Ada lara yang tersimpan
pada kasih yang tertumpah
pada detik kehilangan abadi
yang tak mampu di ungkap
bila takdir mula berbicara.

DI SUDUT NALURI

Jangan pernah mengalih kalam 
pada tiitk tinta yang tertuang 
kerna bicara tak seindah tafsir
janji setia tak pernah mungkir 
antara keluh dan resah mimpi 
tiada kalbu memungut dendam 
pada rentak tari semalam.

Tak ada tingkah menyahut
pada seru di pinggir kisah
menggengam tulus gema ikrar
di sudut naluri begitu jelas
bila kasih kita tak pernah bermusim.

KELANA JIWA

jangan pernah meniti harap
pada seribu impian terkulai 
kelak terbelenggu mengutip mimpi 
andai serpih cinta terbiar lalu
bila tak terjangkau kasihmu padaku .

Jangan pernah menabur janji
pada harapan yang tak pernah pasti
kelak merana merawan hiba
andai terleka di bayang dusta
jiwa pun berkelana di relung waktu

P
ergilah memugar mimpi
jebak kasih tak terlindung
camar cinta menggepar lirih
unggas riimba menitip tasbih
pada teleku kuburan cinta.

RERANTING MIMPI

Andai punah segala harapan
tersungkur lesu di tanah gersang
biarkan kembang tak jadi 
dari aku harus menggengam lerai 
pada kelopak kuntum yang layu di telapak tangan.

Biarkan tandus bumi menatang
pada gugur kembang terhalang
andai kelak menjadi ngeri
pada reranting yang terkulai
di dahan mimpi yang bercelaru .

Andai punah segala harapan
tersungkur lesu di tanah gersang
biarkan kembang tak jadi 
dari aku harus menggengam lerai 
pada kelopak kuntum yang layu di telapak tangan.

Biarkan tandus bumi menatang
pada gugur kembang terhalang
andai kelak menjadi ngeri
pada reranting yang terkulai
di dahan mimpi yang bercelaru .

ENTAH SAMPAI BILA

Bila mata hatimu terfana 
pada wajah ayu berlesung pipit
rindu pun menyapa igauan silam 
antara lengguk dan senyum sipu
dan kau pun mencari mimpi 
yang terdampar di dada kenangan .

Namun
entah sampai bila
dapat kau singkap pintu nalurimu
mendekap cinta yang tumbuh
andai tunas kasih mula bercambah
dan kau injak dengan sepatumu
waktu menilik atas dasar kesetiaan.

Friday, 24 February 2012

HIDUP SEPAKAT

Sombong diri jasad terikat
membawa benci orang melihat
hidup sepakat membawa berkat
bersatu padu dalam muafakat.

Malaysia tersohor serata dunia
di bawah pemimpin menteri ternama
rakyat berjasa memberi guna
aman damai membawa sempurna.

Berbilang kaum 1 Malaysia
masyarakat majmuk mengibar bendera
bersatu kudrat bercita jaya
hidup aman membuat jasa.

Pembangunan menyerlah di kota dan kampung
setia disembah mahkota disanjung
hidup harmoni mesra dijunjung
hidup bebas tidak terkurung.

SEJAK DULU

Sejak dulu
dari tiap detik dari seluruh hidupku
 sentiasa tak pernah bahagia
 menggenggam duka yang beku
 menjunjung beban yang sarat
tak terlihat nyata
 bila mata hatimu tertutup.

Sejak dulu
setiap detik aku menanti
 untuk kau melihat resah gelisah
 dalam tiap rintih dukaku
 dan mengharap agar kau berubah
membuka mata hatimu
 melihat yang nyata
 bila cintaku menjadi buta .

Sejak dulu
 setiap detik hati tertanya
 masih mampukah  meneruskan hidup
pada sisa-sisa hayat yang tinggal
 mengharapkan belas kasihmu
 menggenggam setia yang dunggu
 sedang aku masih bisa memilih
 untuk memilih warna dalam  hidupku
 sebagai insan yang berhati nurani .

Wednesday, 22 February 2012

DI PENTAS DUNIA

Kalau pentas sudah teratur
laku dan gaya sudah termasyur
gelak dan tawa saling terhibur
semangat perpaduan semakin subur.

Tubuh lelah lesu menyerah
tepuk bersorak puji menyerlah
segalanya benar tiada yang salah
tiada menang maupun kalah.

Berdiri pelakunnya seorang aku
di pentas dunia sering menyeru
sempurna mungkin setiap laku
biarlah aman tanpa seteru.

MEMBENTUK SIKAP

Hebat diri kerana harta 
hebat budi membawa ke syurga
sombong diri orang mengata
musibah tiba sendirian terlonta.

Tinggi rendah duduk berdiri
pangkat darjat kurnia Ilahi
sentiasa senyum merendah diri
sampai mati orang memuji.

Membentuk sikap berpada-pada
berlemah lembut menutur kata.
kosong iman kosong dada
hidup bagai sampah melata.

Terlonta diri bermandi embun
hidup bagai insan durhaka
dosa dikutip murka ditambun
nasib berpaut dipintu neraka.

Tegak berdiri tinggi mengawan
jatuh tersungkur hiba merawan
besar diri kehilangan kawan
bagai air di luar cawan.

Tuesday, 21 February 2012

TERTUNAI JANJI

Jatuh cinta sememangnya indah
kalau menurut hati menyerah
baik bersatu dalam iman
diijabkabul biar berteman.

Kalau bahagia sudah meniti
jangan dilupa segala janji
hidup berkeluarga aman sentosa
saling muafakat menetap cita.

Andai janji tertunai sudah
bertindak sentiasa dalam musyawarah
rukun menyatu memayung setia
jauh dari duka dan lara.

Hidup bersama bersusah payah
memikul beban tak pernah lelah
pedoman diri tak mudah digoyah
mati dipangku dalam hidayah.