Tuesday, 13 December 2011

MERENDA CINTA

Kalau kau merindu
aku juga memendam rindu yang sama
kalau kau bingkiskan sayangmu
ku jua menitip bingkisan kasih padamu .

Jangan kau larakan jiwamu
kerna ku jua akan merana
biar kita merenda cinta
memadu kasih di alam maya.

Datanglah padaku kasih
kita jalinkan ikatan batin
janji setia biar berpadu
kembang kasih janganlah layu
di dunia maya kita bercinta
di alam nyata biar bersua ......

PELAMIN CINTA

Kalau saja pintu hati bisa kau buka
kamar rindu tak lagi menjadi kaku dan bisu
biar desir rasanya menyelinap keruang sepi
menghidupkan kembali rentak nadi yang terhenti.

Terima kasih sayang
bila kau paut pada lemah jemari tanganku yang lesu
aku pun tak lagi longlai menahan sendu dan ragu
andai ragaku kau pimpin tegak berdiri
kita pun meraih waktu mencerna mimpi.

Bila ada rasa rindu dari sekelumit sayang
langkahkan kakimu jangan biar tergalang
ku izin lamaran rindumu menyeri kalbu
kita pun menjadi pengantin pada tautan kasih
lalu pelamin cinta telah mula kita bina
memeterai janji bahagia ini biar selamanya.

WAJAH-WAJAH HASRAT

Ku paut erat pada rangkul tanganmu yang kukuh
mengikut jejakmu ke denai kasih dan sayang
kita pun mengutip semua bebenang hasrat
menganyam mimpi dengan sejuta rasa cinta
menjadi hamparan tiap sudut kamar rindu.

Ku sambut mesra tanganmu penuh harap
menghulur bingkisan buatmu di wajah -wajah puisi
ku titip senyum antara kata dan bait
ku usap kasih antara ayat -ayat cinta
kita pun menyulam hasrat tanpa dosa.

Biarlah tangan kita gadahkan
pada Illahi kita rangkai semua harapan
melimpah getar pada sukma dan impian
kita pun menyatu dalam rahmat kasih Tuhan
kita usai segala mimpi dan angan
rindu pun tak lagi berkelana diawang-awangan.

Marilah kita saling merealisasikan mimpi
antara anganmu dan degup jantung hatiku
menyatu dalam hidup penuh cinta kasih
kita pun tak lagi merangka sebuah ilusi
bila kau dan aku tidak lagi membina angan.

KEJORA TAK BERKERDIP

Bila harus memulakan gerak langkah
kala kaki terkaku pada rentet sang waktu
tak siapa menduga kemana arah hala tuju
bila tiba di persimpangaan yang berliku
timur barat utara selatan penuh keliru.

Bila cahaya menunjuk arah
kemilau lantera membawa pesona
namun kerlip sinarnya tak memberi harap
ada gusar yang tertembat
ada cemburu yang menghambat .

Malam pun makin berlabuh
begitu dingin kala embun menitis di ujung kelam
masih bersisakan riwayat waktu buatmu
andai kejora tak memberi kerdip
kilau bulan tenggelam di balik awan
engkau pun pasrah menghitung detik
kala gerimis mula merintik.

TABIR DI PINTU HARAP

Bila tiba saat duka pada sebuah kehilangan.
ia pun menyimpan hiba dalam sunyi hati maha dalam
lalu ada tangan terhulur memaut harap
mengusap sayang pada tebing hatinya yang lara.

Tak adakah lagi harii esok buat bertamu
pada ruang kosong yang terkunci di kamar sepi
bila hadirnya menghulur salam ingin kau sambut
namun ada suara-suara meningkah cela bersahut
membekukan jiwa dari kata bicara hati
bila pencarian tak berjawab mesra budi
lalu kemelut makin menambah suram jiwa.

Sabarlah sayang
serahkan dirimu pada bicara takdir
andai pintu harapmu terselindung di balik tabir
bila rencana tak menepati janji restu
jangan pernah kecewa dalam merindu
tenteramkan jiwa andai bahagia itu bukan milikmu
terimalah hakikat bahawa cinta tak semestinya bersatu .

RAWAN HIBANYA

Bila bicara tentang cinta yang tulus
itulah cinta kedua terpatri dihati rawannya
bila ingin membina kesatuan yang diredhai
ijab kabul terhalang zuriat yang melarang.

Masih bisakah membina rukun hidup yang kudus
andai jiwa dihambat gejolak nista dan hinaan
andai dibenak nurani anak-anak tak terbetik satu pengertian
betapa hati rang tua begitu sepi dan hiba
bila semua perkara tak mampu terucap lepas
duka dan sengsara menjadi mukim yang melelahkan .

BILA HATI TAK PERNAH DUSTA

Bila hati tak pernah berdusta
pernahkah bicara memusing kata
kalau saja hasrat bisa diraba
takkan pernah rindu semarak menyala.

Andai hati sudah sayang
takkan ujud cinta terlarang
hati adalah rahsia peribadi
pandai-pandailah mengemudi.

Rindu tak pernah salah
kerna ia datang sebagai anugerah
dalam kudrat juga iradat
hanya sekadar penguat semangat .

BUSA-BUSA MIMPI

Andai rindumu makin celaru
memilih kasih antara sayang
biarkan saja kembang berbunga
sampai ketika kan layu jua.
itulah hakikat cinta .

Bila pohonmu rendang memberi teduh
izinkan saja dia berlabuh
mengutip sisa cinta yang tertinggal
di ujung usia sebagai bekal
untuk sedetik merasa bahgia
takkan lama menongkah arus
tiba masanya kembali surut.

Bila gelombang deras membadai
biarkan saja ombak berderai
menerbitkan busa-busa igauan
kala jelang fajar hilang sendiri
bila terleka di lena yang panjang
terpinga-pingalah mentafsir mimpi
antara nyata dan ilusi
sayang...biarkan saja dia di situ

CINTA YANG BERLALU


Biarkan ia pergi semau hati
kau takkan mati
tanpa cinta dunia masih bererti
ragamu masih bernyawa
kuncup cinta masih berbunga
pohon kasih masih merendang
bila ada yang menjadi milikmu
siramilah selalu dengan do'a
menjadi taman syurga di Firdausi

Bila surimu begitu setia
menemanimu dengan rela
bahagiakanlah dia
bila pernah kau berjanji
dalam lafaz ikrar di ijab qabul
jadilah lelaki sejati
andai dia memberi harap
cintamu ingin digalas
setiamu takkan culas
bahgia pun takkan mungkir
biar bersemi selamanya
selalu dan sentiasa selamanya .

KALA RINDU MENYAPA

Kala suaramu lunak berbicara 
ada getar di dalam dada
ada rindu yang mencumbu
ada rasa yang bergelora.

Bila hati berbisik sayang
ada cinta yang membayang
ada celaru yang mengharu
ada cemburu yang berlagu.

Aku tak ingin kau pergi
bila pernah merasa bahagia
walau hanya dalam mimpi
andai mesra saling bersapa
aku tetap ingin
untuk kau selalu ada
dalam hatiku
dalam rinduku.

ENGKAU TAK PERNAH TAHU

Engkau takkan pernah tahu
apa ada dalam dadaku
engkau takkan pernah mengerti
siapa aku dalam hatinya
tak pernah ada kasih sejati
yang ada cuma sengketa menguji
dendam dan nista bagaikan api.

engkau takkan pernah tahu
kasihku tulus bak saudara
hatiku tak pernah curiga
ku tak pernah berbohong
dalam dada ada simpati
bila dukanya menghiris hati.

Tapi engkau takan pernah tahu
ada benci yang bersarang
ada bosan yang menerjang
walaupun sering berkata sayang
tapi benak nuraninya dapat kubayang
tak ada lagi kasih saudara
tak ada lagi rindu menyapa.

Aku dan dia
tak kan pernah sejalan
bila seringkali tak sehaluan
andai keegoaan mengatasi segala
pudarlah rindu kasih sesama
tak ada lagi canda da mesra
lalu antara aku dan dia
bukan lagi siapa -siapa.

BERLARI BERSAMA WAKTU

Aku juga seperti yang kau rasakan
ingin berlari sederas mungkin
mengejar apa yang terlepas dipandangan
mencari apa yang tak ku tahu
di mana adanya
lalu lelah pun menghimpit
begitu letih diputar sang waktu .

Lalu tak pernah kutemui
setiap detik pencarian
kerna aku juga sepertimu
tak pernah tahu
apa sebenarnya yang ku inginkan
lalu jiwa menjadi begitu letih
menyonsong derasnya deruan hidup
menjejak mimpi
bersama ilusi .

Andai mamai sebentar bisa membahagiakan
aku pun ingin terlena diburu angan
meski impian tak pernah pasti
aku tapi tetap saja ingin
mencari bahagia di dalam diam.
bersama harapan dalam angan yang kosong.

LUPAKAN SAJA

Bila pertemuan membuah asmara pada waktu yang salah
celaru mimpimu menjadi api yang semarak membakar
kau akan hangus disambar gelora yang menggila
gejolak nafsu dan hambatan berahi yang mempersonakan
semuanya lasana sekam yang menyimpan bahang dendam.

Jangan salahkan pada pertemuan yang mengharu
bila dipeluk khayalan yang tak terduga
kau pun meniti pada titian rasa yang keliru
menjadi lupa pada realiti yang sedang membelengu
lalu fantasi asmara menjadi igauan yang bermusim.

Lupakan semua bibit-bibit bahana yang mempersona
andai menjadi dosa pada leka yang tak terhindar
kau akan terbelenggu duka nestapa yang berpanjangan
bila segalanya menjadi mimpi ngeri yang menghantui.

Kembalilah pada realiti hidup yang benar
binalah harapan untuk mengecapi bahgia sejati
tunas kasih yang merenek biar diranap kenangan
tetapkan hati pada tungak kukuh yang terpatri
bila dia yang selama ini menjadi pautan hidup
kaukan selamat dalam cahaya iman yang teguh.

DALAM KESENDIRIAN

Adakalanya kesepian memberi sesuatu yang indah
bila ada rindu dan dan desah resah yang mengimbau rasa
tentang sendu kasih yang tesembunyi di awang-awangan
bila tatap wajah hawa berlegar memutari
entah pada siapa cinta sebenar berpaut.

bila rindumu berlagu pada irama yang berbeza
kau pun keliru menentukan harapan berlabuh
memilih kesendirian merenung nasib
pada pilihan atau kebetulan dalam suratan hidup.

lalu memilih untuk senyum dalam pasrah
memaknai impian dan realiti dalam ketentuan takdir
bila hidup tak sering seindah mimpi
biarkan saja andai dapat kau cicipi sekelumit bahagia
dan mencari ketenangan jiwa dengan penuh redha
kau pun akan senang meniti hari yang datang dan pergi
tak ada lagi kata bicara yang salah
tentang memaknai hidup ini
dalam kesendirian yang tak akan sepi lagi.

NILAI KASIH SAYANG

Kita sering impikan persahabatan yang teguh
dalam memaknai ukhuwah yang murni
bila hati dan perasaan kita bertaut erat
antara kasih saudara dan nilai kecintaan
kita pun merasa sangat bahagia
menjalin perpaduan yang diredhai Tuhan

Kita pun bersandar pada ikatan yang kukuh
dalam kasih sayang sesama insan
bila hasratmu bernaung memberi insaf
cinta kasih ibu pun semakin meresap
andai aku tak khilaf .mencurah sayang
ketulusan hatimu sering membayang.

Engkau anak yang sentiasa memberi ingat
pesan dan harapanmu memberi semangat
dalam mengharungi kehidupan yang membelengu rasa
kita pun sering tak pernah alpa
lalu maya ini kita indahkan serinya
bila pelangi ukhuwah terlukis di persada

OMBAK RINDU


Masih terasa dinginnya sepoi angin selatan
mengirai rambut ku dihujung senja yang berbalam
mentari jingga menjadi saksi bisu pada lingkaran rasa
andai rindu kita dilambung ombak gelisah yang sendu
ada jejak yang masih kau tinggalkan dilereng hati
masih mampukah ku iringi bekas telapak kakimu mencari mimpi
bila tersedar dari sasar cinta ternyata kau tiada.

Lalu pada bayu senja ku titip segala pesan
salam kasihku biar berbekas di sudut hatimu
andai aku telah tiada lagi bercumbu dengan waktu
kita pun makin terasing melamun dengan bayangan
dan kita pun makin jauh mengorak langkah terpisah.

DI SUDUT KAMAR HATI

Telah hanguskan rasa cinta di kamar hatimu
bila yang tinggal hanya debu-debu masa lalu
puing -puing rindu menjadi abu yang bertebaran
dipuput angin lalu yang melenyapkan semua mimpi

Di mana kini segala harapan yang menghuni
bila kukuh impian menjadi rebah d ipenjuru duka
kenangan pun kau lenyapkan di pusara tak berkuburan
lalu kau lenyap dalam diri dan peribadi sendiri

Kenapa sayang...
kenapa harus melenyapkan semua titik kenangan
telah hilangkan rasa rindu yang menggoda rasa
telah punahkah rasa cintamu yang pernah bergelora
kemana dia yang pernah kau cintai dulu
tidak ada lagikah rasa cintamu yang membiru.

Andai kau tak ingin lagi mencumbu impian
menetap titk noktah pada pencarian kini
jadilah insan yang murni setenang mungkin
tak perlu kesal pada titik pertemuan
kerna rasa cinta dan rindu dendam
adalah laksana bayang-bayang di sebalik nyata.

KAU TAK SALAH

Tak perlu kau mohon maaf
andai dirimu tak pernah salah
bila keliru dirasuk gelora jiwa
hati yang tandus kau sirami cinta
memberi sejuta cerita
dalam kasih juga simpati
kau pun mengemudi rasa
dalam bahtera kasih yang tak betepi.

Kau tak pernah salah
bila terpaksa meninggalkan cinta
andai dirimu sudah terikat
jangan bermain tali temali
kelak dirimu terbelit
dijerut simpul yang mati
dan kau semakin tak mengerti.

Maafkan saja dirimu sayang
bila pernah menduakan cinta
andai pernah khilaf dalam gelora
hasrat tak daya melawan takdir
bila setiamu pernah mungkir
pulanglah kepangkuan sidia
yang telah lama memberi cinta
bila janji termeterai di ijab kabul.

BICARA TENTANG CINTA

Bila suara hatimu membisik sayang
tentang rindu dan mimpi kasih yang mengharu
perlukah lagi sembunyikan cinta
bila ikat janji telah terpatri
membina bahtera impian
di lautan kasih hatimu berbisik
pada ombak rindu yang berbusa rasa.

Andai jurang duri memagari segala
pada benteng takdir yang terlerai kini
mimpikan saja hasrat hati di angin lalu
menjadi igauan yang menyeri lena tidurmu
kita pun menjaring mentari pagi dengan senyum
meredhai segala aturan hidup dengan penuh rela
andai cinta tetap ada antara tiada
lalu jingga cinta kita songsong ke malam kelam
mengulangi impian kala purnama masih merindu.

Sunday, 20 November 2011

JANGAN KAU PERGI

JANGAN KAU PERGI

Jangan pernah kau ucap
untuk berlalu memaling arah
andai aku mungkir harap
bila senja menutup jingga
malam kelam melabuh tirai
waktu aku masih menunggu
mutiara indah yang kau janjikan.

Bukankah embun masih menitis
waktu kita lena diulit leka
kejora indah masih mengerdip
terang bulan masih bersinar
ayuh .. kita bangun mengutip mimpi
telusuri segala igauan
menyisip cengkerang dan tiram
menjadi kalungan jiwa
mutiaranya kita untai
menjadi satu kalungan
seninya menyusup kalbu.

Jangan pernah kau pergi
tika langkah kakimu kupaut
kuusap rawan hibamu
raih tanganmu kudekap erat
dengan penuh harap
jangan kau pergi
dan dalam relung hatimu
jangan pernah meninggalkan aku.