Thursday, 20 October 2011
DEGUP KASIH
engkau
memberi rasa
degup jantung
megait mesra
kasih berbunga
engkau
bersahaja
menyulam kasih
lewat bicara
sekelumit cuma
mengetarkan sukma
kita
tetap santun
memelihara pekerti
tak pernah memungkiri
memahami hakikat
cinta tak mampu terikat.
binalah kembali
keindahan rukun
pada batas pemisah
bila cinta tak mungkin diredah
saat mimpi mula mengindah
SRI MAWAR
Kuala Kurau.
Perak.
20 Nov 2011
Monday, 17 October 2011
TERPISAH
kau tak mungkin mendengar
bila jeritan batinku tak lagi bernada
menyimpan suara sendu
terperosok begitu dalam
tak kan pernah kau tahu
bila aku tak lagi berbisik
pada luahan kata penuh rahsia
bila kita tak lagi menjadi satu
terpisah jauh dari pujuk dan rayu
kita pun memilih untuk melupuskan semua
membiarkan segalanhya menjadi sejarah
biarpun hati kita tak pernah goyah
aku pun menyerah
bila dia yang datang
lebih membawa seri
lalu aku pun memilih
untuk bersendiri
membiarkan segala keindahan
menjadi milikmu seorang
bila jeritan batinku tak lagi bernada
menyimpan suara sendu
terperosok begitu dalam
tak kan pernah kau tahu
bila aku tak lagi berbisik
pada luahan kata penuh rahsia
bila kita tak lagi menjadi satu
terpisah jauh dari pujuk dan rayu
kita pun memilih untuk melupuskan semua
membiarkan segalanhya menjadi sejarah
biarpun hati kita tak pernah goyah
aku pun menyerah
bila dia yang datang
lebih membawa seri
lalu aku pun memilih
untuk bersendiri
membiarkan segala keindahan
menjadi milikmu seorang
BILA KU BERIKAN CINTA
aku sangat ingin
untuk menjadi
begitu setia
pada sekeping hati
yang ku beri rasa
dan ku beri cinta
aku merasakan
cinta itu
lebih menyakitkan
bila kau yang ku sayang
tidak pernah tahu
untuk menyelami hati
dan tak kan pernah tahu
untuk merasakan
apa yang sedang ku rasakan
bila dia yang pergi
membuat luka hati
memberi rindu
yang tak pernah layu
meredam sukma
membawa lara
dengan cinta
yang tak pernah mati
PESONA CINTAKU
merenung bulan dan bintang malam
bayu pun berbisik dalam sapa mesranya
membuai rindu dalam gelodak asmara
begitu indah suasana hati
menjadi luapan rasa yang mengebu
antara kasih dan janji setia
usah kau malu kecup rinduku
biar getarnya menyelinap kenadi
memberi naungan sejuta rasa
menjadi untaian kasih kalungan budi
lalu mengharum kuntum cinta
geloranya membibit asmara
gegarnya menyusup sukma
bila cinta ku begitu pesona
menganyam mimpi menyulam rindu
membusar rasa menghapus lara
duka pun tak lagi merintih peri
menjadi mesra rendang berbunga
andai putik kasih kembang mengharum
rimbunan cinta pun subur selamanya
MENGAPA BERUBAH
aku sangat menginginkan
sebuah hidup yang damai tenteram
menjalin ikatan kasih sayang
menjadi sangat indah
memiliki keluarga yang gemilang
bahagia tanpa gundah
jauh dari resah
memiliki kecintaan yang kukuh
bersatu dengan teguh
aku merasa sangat kecewa
bila engkau mengalih cinta
mengukir senyuman pada yang lain
begitu mudah mengisi hati
menduakan aku
membuat aku cemburu
bila setiamu tak lagi padaku
tak dapatkah kita mengisi hari
menjadi damai penuh sejahtera
mencipta kebahagiaan murni
mengukuh simpul ikatan
bila takdir menentukan
jodoh dan pertemuan
adalah milik kita sekian lama ?
BILA RINDU MULA MERAPUH
bila kita nyata terpisah
tanpa sebab dan alasan kukuh
kita pun memilih untuk mengasingkan diri
menyerahkan nasib ditangan takdir
bila harus memulakan sengketa
dalam sepi melupus janji
meskipun api rindu marak menyala
ikatan batin tak mungkin terbina
aku tak pernah mungkir
bila tak pernah melupakan janji
tetap teguh mengenggam setia
menjadi belahan jiwa
begitu dalam cinta kasih ku
walaupun engkau makin menjauh
rindu pun mula merapuh
andai kini kita terpisah
mengarah kehaluan terpinggir
kita pun merungkai segala janji
tanpa perlu meratap hiba
tak perlu mengungkap kata
tak perlu berbicara
andai cinta itu sekadar ilusi
biarkan saja bila ia tak berfungsi
DAKAPAN SEPI
untuk merasai nikmat yang begitu indah
adalah sangat sukar bagiku
bila sering dihimpit galau jiwa
sepi pun menjadi begitu bermukim
tak pernah menghindar
membungkam resah dalam gelisah
menjerut segenap rasa
episod apa lagi yang tinggal
bila perasaan dicengkam duka
begitu sunyi
bila harus melupakan semua
andai harus merelakan nasib
mendakap sepi dalam hati nurani
kebahagiaan pun menjadi sirna
bila harapan tak memberi erti
lalu cinta pun bagaikan mimpi
rindu apa lagi yang ada
bila aku tak mampu lagi memandang
bila keindahan itu begitu suram
membawa sakit yang membelit
mengikat hayat pada tali takdir
andai dirungkai jerut simpulnya
hilanglah aku pada pandangan
dan epilog duka pun bertitik noktah
LONGLAINYA LANGKAH KU
tiada lagi keindahan didunia ini
bila kebahagiaan tak pernah menyapa
menjadi begitu lemah meniti hdup
membekam lesu merayap ketubuh
aku menjadi begitu sakit
pada pedih perit penyakit
begitu derita
memamah setiap rongga
menyimpan barah yang terpendam
bila harus merelakan semuanya
menjadi pasrah dengan janji takdir
meski do'a tak pernah mungkir
aku pun terus melangkah
meniti pengakhiran hidup
dengan longlai yang teramat payah
dalam suasana redup suram
tak pernah dapat bermimpi
menjaring matahari
pada senyum pagi yang cerah
wahai engkau kekasihku
andai hatimu tak pernah berdusta
peluklah aku dengan mesra
meski hanya untuk sesaat
ku ingin mendendang rindu
pada gemersik nyanyian cintamu
menjadi sebuah memori indah
bersama denganmu
cintaku tak lagi menjadi yatim
andai jasad ku terkubur
kenangan denganmu tetap subur
DAKAPLAH AKU DENGAN KASIH DAN SAYANG
menjadi begitu terasing
adalah realiti hidup
bagi diriku
menjadi begitu sunyi
dalam tiap detik pencarian
mengharap bahagia kasih
begitu hiba
tak mampu ku raih
bila hati mu tak pernah ada
untuk menyimpan rindu dendam
andai aku pada benakmu
tak pernah nyata
aku begitu pilu
mengharap belas kasih
bermimpi tentang bulan
memberi sinar
menerang malam
menjadi begitu sedih
mengharap cinta sayang
mengapai seribu bintang
bergemerlapan
menyerlah cahaya
memberi jiwa
berikan aku cinta
peluklah aku dalam rindu
dakaplah aku penuh sayang
menjadi santapan rohani
menjernihkan riak hati
untuk merasai bahagia
biarpun sedetik cuma
andai aku tak lagi disini
tak terkilan rasa
kalbuku tak lagi merawan
bila lenaku
diperjalanan yang panjang
begitu damai dan tenteram
DOSA ITU DOSA KITA
bila kita merasakan hidup ini begitu kosong
kita pun merasa sangat perlu untuk saling mengisi
memenuhi sertiap keinginan peribadi
menjadi begitu rela
menyerah segala yang ada
begitu asyik
cinta pun melupakan semuanya
bila kita merasa punya keinginan
mengisi ruang diri dengan berahi
kitapun membuka segenap pintu
merelakan dimasuki semuanya
tetamu yang tak diundang
menikmati santapan ghiarah
membiarkan tubuh badan diratah
bila cinta melalaikan segalanya
kita pun tanpa ragu
membiarkan diri terbelenggu
dengan sejuta jebakan nafsu
begitu terlupa .
ada hati yang sedang terhiris
ada jiwa yang sedang merintih
tanpa dosa
tak pernah durhaka
dan kita pun begitu alpa
bila kemungkaran
begitu kuat menindih
lalu dosa itu adalah dosa kita
Friday, 7 October 2011
KUCING KUCINGKU
mendengar deruan motosikal
berkejaran si Zombi dan Siam
menunggu dipintu
begitu mengerti
dipeluk sayang
digendung begitu kasih
dalam belaian cumbu seorang manusia
bila malam tiba
menjadi peneman tidur
dengan lena mata terpejam
begitu sinonim
dan anak anakku
memeluk manja
kucing perliharaan
begitu mesra
begitulah hakikat hidup
bila naluri begitu kasih
perasaan pun bersatu
antara haiwan dan manusia
menjadi satu fenomena hidup
bila saling menghargai
dan menerima kenyataan
bahawa perjalanan hidup ini
bukan hanya untuk sendiri
berkejaran si Zombi dan Siam
menunggu dipintu
begitu mengerti
dipeluk sayang
digendung begitu kasih
dalam belaian cumbu seorang manusia
bila malam tiba
menjadi peneman tidur
dengan lena mata terpejam
begitu sinonim
dan anak anakku
memeluk manja
kucing perliharaan
begitu mesra
begitulah hakikat hidup
bila naluri begitu kasih
perasaan pun bersatu
antara haiwan dan manusia
menjadi satu fenomena hidup
bila saling menghargai
dan menerima kenyataan
bahawa perjalanan hidup ini
bukan hanya untuk sendiri
ANTARA KABUT DAN SURAM
untuk pertama kalinya
aku telah merasai kemanisan itu
setelah sekian lama terbungkam
antara kabut dan suram
bila sering saja gagal
merealisasikan segala mimpi
dalam tiap detik pencarian
aku merasa sangat hiba
bila sentiasa merasa kecewa
membina inspirasi
mencari realiti hidup
pada sebuah ilusi
yang menjadi dambaan
namun harapan kecewa
tak mampu meraih
hasrat yang tak pernah usai
namun
diluar jangkaan
aku begitu terharu
menikmati sejuta keindahan
meresapi tiap degup jantung
menjadi begitu bahagia
menikmati cinta pertama
dan alam pun menjadi saksi
senyum pagi ku makin berseri
Thursday, 6 October 2011
ANDAI AKU KHILAF
kalau aku bersalah
maafkan semua salah ku
menjadi begitu buta
tak menilai kemuliaan budi
yang pernah kau taburkan
menunjuk jalan
memberi pesan
menunjuk jalan
memberi pesan
kalau aku khilaf terhadapmu
maafkan semua kesilapanku
andai aku tak pernah tahu
bila tidak bisa untuk jujur
meluah kata
membuka cerita
aku pun menjadi terkedu
antara simpati dan keluh kesah
antara keji dan amarah
maafkan aku
kiranya tak mampu bersuara
ku kira menagih budi
antara belas dan simpati
andai prasangka yang ku dapat
dan andaian mu tak pernah tepat
kita pun menjadi seteru
dalam diam dan tanpa ragu
andai aku benar bersalah
berikanlah keampunanmu
bila aku tak mampu dididik
antara bodoh dan cerdik
memilih sendiri untuk diam
itu lebih baik dari berlaku kejam
dalam kemelut penghidupan
realiti selalunya tersasar
membentuk hati nurani
mencerna bentuk peribadi
dan kita pun memilih
meringankan semua beban
dan perjalanan kita teruskan
dalam kemelut penghidupan
realiti selalunya tersasar
membentuk hati nurani
mencerna bentuk peribadi
dan kita pun memilih
meringankan semua beban
dan perjalanan kita teruskan
menuju haluan terpinggir
KELOPAK MAWAR
entah untuk kali yang keberapa
aku masih tetap seperti ini
selalu terlupa pada usia sendiri
begitu alpa pada hakekat hidup
bila samar samar hentian usia
makin kerap menghampiri
aku merasa begitu bersyukur
bila menerima banyak ucapan
dan iringan do'a menusuk kalbu
betapa daifnya diri
bila lalai memandang hidup
dan masih tak pernah peduli
bahawa hidup ini
bukan sekadar berilusi
bila Allah memberi kasih sayangnya
dan peringatan yang anak anak ku berikan
serta pesanan sahabat taulan
aku mula menginsafi diri
tak selamanya dunia ini dalam gengaman
dan tak selamanya menjunjung langit
bila saatnya tiba
tiada lagi adanya aku
hanya sekadar punya nama
yang entahkah masih bertempat
antara kembang dan kuncup
kelopak mawar tak bisa mengharum bagi
Wednesday, 5 October 2011
ADA DUKA DALAM DADA
andai airmata ku jatuh berderai
biarkan saja jernihnya gugur ke bumi
menumpahkan apa yang sedang kurasa
melepaskan tekanan yang kian meruntun
dan beban hati tak lagi sarat
melumpuhkan gemuruh rasa
dan aku pun mampu tersenyum
meski hati tetap menangis
tak siapa yang pernah tahu
ada duka dalam dadaku
bila isak tangis itu dapat melegakan
tekanan batin tak lagi mengharu
aku pun cuba mencari arah
meneliti setiap khilaf diri
tak semudah itu menjadi suci
pada mata batin dan naluri sendiri
meski tak pernah meminta
tak juga merasa curiga
adakah aku jua yang salah
memiliki hati yang selemah ini
menjadi begitu mesra budi
mengengam semua atas nama kesetiaan
walaupun aku harus kecundang
pertarungan batin tak dapat ku tentang
menjadi rindu yang sayu
menghimpun luka dalam kalbu
bila harus membenci diri sendiri
aku pun merasa tak ingin memandang
pada keindahan yang terbentang
bila segalanya tetap bukan milikku
aku pun merasa ingin pergi
membawa segenap lara
bila hidup sering terpinggir
mati pun tak akan ada yang tangisi
Tuesday, 4 October 2011
LARA ITU DUNIAKU
kalau hidup ini harus ku tempuhi dengan getir
dan menelan semua kepahitan dengan sendu hati
aku pun merelakan untuk menjalani semuanya
menjadi begitu pedih dan sengsara
dan aku berusaha menafsir
bahawa hidup ini begitu indah
bila harus menerima kaeadaan
antara jerit pekik dan duka lara
dan senyum manis dan gurau tawa
menjadi lakaran seni
pada sebuah lukisan hati
tak perlu menjadi senang
untuk merasai begitu tenang
cukup sekadar berilusi
merencanakan semua mimpi
meskipun sekadar fantasi
andai memberi ruang diri
biarlah ku nikmati bahagia ini
cukuplah bagiku
biarpun bermusim
rawan ku tetap bermukim
menjadi begitu sebati
dan aku pun tak lagi mengenali
bagaimana bentuknya kebahagiaan
bila lara itu adalah dunia ku .
dan menelan semua kepahitan dengan sendu hati
aku pun merelakan untuk menjalani semuanya
menjadi begitu pedih dan sengsara
dan aku berusaha menafsir
bahawa hidup ini begitu indah
bila harus menerima kaeadaan
antara jerit pekik dan duka lara
dan senyum manis dan gurau tawa
menjadi lakaran seni
pada sebuah lukisan hati
tak perlu menjadi senang
untuk merasai begitu tenang
cukup sekadar berilusi
merencanakan semua mimpi
meskipun sekadar fantasi
andai memberi ruang diri
biarlah ku nikmati bahagia ini
cukuplah bagiku
biarpun bermusim
rawan ku tetap bermukim
menjadi begitu sebati
dan aku pun tak lagi mengenali
bagaimana bentuknya kebahagiaan
bila lara itu adalah dunia ku .
Monday, 3 October 2011
BELENGU JIWA
aku .
menjadi takut pada bayang sendiri
mengekori diriku saban waktu
memerangkap aku dalam kegelisahan
begitu kalutnya dihimpit ragu
keliru pun menjadi tanda tanya
begitu berteka teki
antara nyata dan ilusi
aku
bersusah payah mencari diri
begitu sulit melepaskan belengu
kecintaan yang begitu karut
menjadi igauan mimpi
dan lukanya amat parah
merobek segenap sendi'
melumpuhkan aku pada realiti
bila semangat ku bangkit
pulih dari kesakitan yang tenat
menjadi begitu lega
terhindar dari himpitan duka
aku pun merasa begitu bahagia
menikmati hidup seadanya
mengenggam kukuh kesetiaan
dan rindu pun tak lagi menikam
tapi mengapa kini
mulai terpancar seribu kilatan
gemuruhkan degup jantung
geruh perasaan
begitu menyambar
antara rindu dan cinta
antara keliru dan suka
untuk memberi ruang
kealpaan pada putaran hidup
menjadi sangsi
pada hati nurani sendiri
dan haruskah
terpenjara lagi dalam duka
bila sekali lagi mengalami
perasaan yang membelit
lingkarannya begitu mengikat
meskipun ingin lepas
namun begitu kejap
lalu ku cuba lolos dari simpulan
menjadi bebas bernafas
agar setia itu menjadi indah
Sunday, 2 October 2011
ANTARA RINDU DAN AIR MATA
Biar berkurun lama
kehilangan yang tak pernah berganti
menjadi satu perlambangan hidup
begitu sulit untuk menafsir
antara rindu dan airmata
bila harus kehilangan
sekuntum bunga budi
harumnya tak lagi menusuk rawan .
Bila rindu
kau carilah aku
di celah -celah belukar duri
dan timbunan caci maki
aku tak mampu lagi bersuara
digegar gegak gempita
dan gurau canda
bila aku bukan siapa- siapa
dan gurau canda
bila aku bukan siapa- siapa
hanya sekadar berujud nyata
pada batinnya tetap tiada .
Airmata titis lagi
entah untuk kali keberapa
biar diseka begitu lama
luka hati tetap sendiri
begitu abadi dalam nurani
menjadi hambatan masa
begitu tega
Aku ingin optimis
memandang hidup seadanya
membaiki hidupku sendiri
duka lara biar hindar
tak perlu lagi hati gusar
kerna cabaran hidup
begitu sinonim
antara salah dan benar
lalu kuntum kasih
ku biar mengharum
antara rindu tak berpenghujung .
KU MERAYU
aku amat merasa sepi
bila harus kehilangan kasihmu
dan ragaku seperti tak bernyawa
bila cintamu tak lagi menjelma
aku amat merasa rindu
begitu sepi mencengkam kalbu
ada luka membelenggu rasa
jiwa ku suram lesu segala
ku merayu padamu kasih
hadirkan diri kesisiku lagi
tak sanggup aku kehilangan cinta
biar menjadi senandung jiwa
kerna itu cinta kita
melodinya kita cipta bersama
ku merayu padamu sayang
datanglah kembali menemaniku
tak tega aku terpisah darimu
andai syurgaku ada padamu
kalungkan aku dengan cinta
dan kita jejak pintu Firdausi
dengan izin Tuhan Rabbul Alamin
mahligai indah hanya untuk kita
meski pun jejak kasih dialam maya
kita sempurnakan dengan rela
merealisasikan segala mimpi
cinta kita pun abadi
KEMBALILAH PADA KU
kekasihku
disaat ku sedang mencintaimu
mengapa perlu ada luka
tak perlu ada sengketa antara kita
sedang cintaku masih setia
biar ku pujuk rajukmu sayang
jangan hasrat menjadi galang
tiada dosa antara kita
cuma abang yang tersilap canda
hingga hati adik menjadi luka
kekasihku
maafkan aku sayang
kembalilah pada ku
biar cinta kita tetap berpadu
jangan kau teteskan air mata abang
tak sanggup lagi merasa hilang
bila adik menjeruk hati
abang lagi merasa sepi
kekasihku
aku merindui mu sentiasa
tak sanggup lagi kehilangan cinta
datanglah kedalam pelukan kalbu
cinta kasih ku sentiasa menepu
biarpun abang yang salah
kasih abang tetap tak berubah
jika perpisahan menjadi lara
ubatkanlah hati dan jiwa
Subscribe to:
Posts (Atom)